Manajemen Galau


Assalamualaikum..
Holaaa galauers,,hahaha..

Oke berhubung saat ini lagi nge-trend istilah galau, yuk kita bahas dikit. Ya walauuuu saya bukan pakar galau tapi lets try.. ;)
So, yang pada suka ngomong galau di dunia nyata maupun dunia maya (red : socmed) uda pada ngerti ga sih arti kata galau? *ini juga termasuk nanya ke diri sendiri* . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia galau adalah kacau tidak karuan (pikiran). Berarti jika ditilik dari makna tersebut otomatis pasti semua manusia yang punya hati dan pikiran pernah merasakan galau. Bahkan galau bisa dibilang wajar. Tapi etapi..tingkat kegalauan setiap orang beda-beda. Ada yang karena hal kecil uda galau, karena ga bisa beli gadget baru galau, ga punya pacar galau, de el el. Padahal kebanyakan remaja bisa dibilang galau yang bukan pada tempatnya. Wow, uda kayak sampah aja ya yang harus pada tempatnya, hehehe. Tapi ini ciyuuuss. Indikator galau yang tidak pada tempatnya adalah galau karena sesuatu yang sangat tidak prioritas dan cenderung ke arah keliru. Kembali lagi aturan yang dipakai adalah aturan agama dan karena saya beragama islam jadi ya aturan dalam Islam. Semisal karena ingin dibilang keren trus galau ga punya gadget baru, padahal menurut skala prioritas bisa jadi beli gadget punya urutan ke sepuluh. Atau galau di PHP-in, nah ini nih yang paling sering nongol di socmed. Lagipula sapa juga yang nyuruh berharap sama manusia, berharap sama suami/istri yang jelas sudah halal aja kagak boleh apalagi ngarep pada orang yang bisa jadi ga punya perasaan apapun sama kita (eh maaf ralat, sama orang uda ngerasa di PHP-in)
So menurut ilmu saya yang masi cetek ini, jika pikiran kita lagi kacau, galau, amburadul coba deh beberapa hal berikut :

1. Ingat ke Alloh swt. Sesegera mungkin dengan bermacam cara, bisa dengan istighfar, berwudhu lantas sholat atau mengaji. Ingat lah bahwa apa yang terjadi padi kita adalah atas ijinNya, bukan karena Dia ingin kita susah, tidak. Tapi pasti dibalik galau ini ada hikmah besar, jika kita mau introspkesi. Ketahuilah hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenang? (QS ar Ra'd : 28). Dan apapun ujian yang menimpa kita sudah terukur sesuai kemampuan. Berprasangka baik ke Alloh adalah cara mudah untuk bisa optimis. Ingat Alloh juga termasuk dengan bersyukur. Ebusyeett gile aje yee uda galau masi disuru bersyukur. Hmm, helloooo kalau mau itung2an, galau kita ini ga ada seujung kuku dari nikmatNya yang diberikan pada kita. Boleh kok kalo kita curhat ke Alloh, justru ini yang dianjurkan bukan di socmed *kalem*

2. Kalo uda cukup tenang coba deh tanya ke diri sendiri penyebab kegalauan. Nah untuk yang satu ini paling tidak perlu menambah ilmu pengetahuan. Supaya kita tahu bisa jadi apa yang kita pusingkan adalah sesuatu yang ga seharusnya seperti contoh di atas. Dengan tahu sumber galau kita belajar juga mengukur skala prioritas untuk galau tsb, jika posisinya bukan 3 besar jadi buat apa lama2 dipupuk subur galaunya? Nah sekedar sharing aja beberapa hal yang pantas digalaukan adalah apakah kita sudah jadi manusia yang taat pada Tuhan?apakah kita sudah jadi anak yg berbakti sama ortu?dan apakah kita sudah jadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain? Jangan-jangan justru kitalah sumber atau vektor penular galau ke orang lain *kalem*

3. Cari lingkungan yang positif. Masih ingat hadist ini
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Nah kalo lingkungan kita aja orang2 yang gampang galau, ya jangan kaget kalo ntar lagi bisa2 Anda jadi ratu/raja galau. Jika untuk berbuat kebaikan janganlah pilih-pilih, tapi untuk kebaikan dirimu pilih2 teman ini ibarat menemukan kapal yang akan membawa ke sebuah pulau yg sangat indah. Jangan kebalik lhoo.


4. Lakukan kegiatan yang positif. Jika ingin membaca ya membaca yang memberikan dampak positif, jangan novel teenlit mulu, apalagi stalking temlen orang *ehem*. Sekali-kali baca shiroh Nabi dan sahabat. Kalo mau nonton jangan cuma infotaiment atau boyband korea, coba deh nonton berita sodara kita di Gaza, atau lihat video tentang parenting *buat ortu/calon ortu*. Kalo mau santeee denger musek kayak dipanteee boleh, asal jangan musik yang cengeng. Malah subur aja tuh galau, hehehe.Boleh juga ikut ekskul di sekolah, tapi jangan demi bisa nglirik gebetan yeee. hehe

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat tidak hanya untuk saya pribadi tapi juga untuk orang lain. Sayangilah diri sendiri dan malulah kalau galau hanya karena urusan simple yang sebenernya tanpa galau juga akan beres. Galaulah pada sesuatu yang pantas digalaukan yang bisa bikin kita deket ke Alloh dan jadi pribadi yang lebih baik, misal galau karena dosa yang inysaAlloh bikin kita taubat dan memperbaiki diri.
Jika ada kekurangan atau kesalahan saya mohon maap yee.

Wassalamualaikum

0 komentar:

Poskan Komentar


up