Malu aku padaMu Ya Rabb..
Malu karena begitu banyak nikmat yg Engkau berikan,,kasih sayangMu,,penjagaanMu,,pertolonganMU,,nikmat sehat,,fisik yg sehat,,segalanyaaa..
Tapi...
dosaku padaMu sungguh teramat banyak..
Aku dzalim padaMu..
tak menuruti perintahMu,,justru melanggar apa yg Kau larang.
Malu aku meminta padaMu..
AmpunanMu adalah kebahagiaanku..
Karuniakanlah aku ampunanMu Ya Rabb
Apakah ini yg disebut keraguan?
Atau kau ingin menyebut ketidaktahuan?
Entahlah..
Mereka bilang aku sok tau..
Tapi apa iya begitu jika Rasul saja menjadikan ini sbg sunnahnya?
Mereka bilang aku terburu-buru..
Iyakah?
Tapi apa aku harus menunggu hingga rambut ini memutih karna waktu?
Tuhan..sungguh bahkan tanpa hamba harus berucap, Engkau maha tahu betapa bodohnya hamba?
Betapa sedikitnya yg hamba tahu..
Jika hamba telah salah melangkah..maka ijinkan hamba memohon petunjuk padaMu..
Jadikan diri ini jiwa yg tangguh tak lusuh diterpa angin kehidupan
Kalo lagi ngerasa bete..sedih..ngerasa jadi org paling menyedihkan..ngerasa jadi korban ketidak adilan hidup versi diri sendiri..ato yg galau hanya krna hal2 kecil..
Coba deh lihat diluar sana..banyaaaakk bgt org yg WOW keadaanya lbh menyedihkan dripada kita..yg kalo diukur tk. Kegalauannya maka mreka punya nilai 10.
Banyak kakek/nenek yg di usia tuanya dilalui dgn bkerja keras..berpeluh keringat terbatuk-batuk demi sesuap nasi..atau nenek peminta-minta dengan kondisi mata tuanya menjahit sandal jepitnya yg putus.
Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg engkau dustakan.
Belum lagi bnyak remaja yg boro2 memikirkan long weekend liburan kemana atau mw liat konser apa..bahkan untuk sekolah saja mereka tak sanggup.
Jika masih tega berkata "ini kan pilihan" maka sungguh bisa jadi hati kita telah mati.
Bukan..bukannya tak boleh menikmati hidup..
Hanya saja kadang saya..kita..dgn nikmat yg luar byasa ini sering mengeluh hanya karena sesuatu yg sebenarnya sudah diukur dgn kemampuan kita.
Hidup ini sangat adil dear..kebodohan kita lah yg membuat kita berprasangka buruk pada takdirNya.
Bukankah salah satu yg tidak boleh terburu-buru adalah berburuk sangka.
![]() |
| Mereka sukaaaa banget bergaya di depan kamera..hehe |
![]() |
| itu si Amri yg hobi ngempeng jempol walo uda gedhe..hihihi |
![]() |
| ini niiiihh,,,adekku suayaaaang. Namanya Caraka alias Raka usianya 11 bulan. |
![]() |
| Kalo ini Rafa, baju boleh gagah tapi gaya masiiih unyuuuu yaaa..wkwkw |
Bukankah sekalipun semua makhluk berkumpul dan meminta padaNya namun jika Allah tidak berkendak maka hal itu tetap tak kan terjadi, dan sebaliknya..
Bukankah Dia Yang Maha Pengasih
Bukankah Dia lah Yang maha Kuasa
Bukakah Dia yang lebih mencintai kita daripada diri kita sendiri ataupun orang lain
bukankah Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita..
Lalu mengapa kita ragu?
mengapa kita mengambil perlindungan atau pertolongan selainNya?
mengapa kita sedih hanya karena makhluk
mengapa kita sangat bergantung pada mahkluk yang bahkan mereka tak mampu merubah nasib mereka sendiri?
"Bertakwalah padaNya dalam keadaan bagaimanapun"
Sekalipun ujian berat datang dari segala penjuru, dari orang yang yang dekat dengan kita...Tetaplah bertakwa padaNya yang artinya menjalanjan apa yang Dia perintahkan termasuk berbuat baik pada orang lain terutama orang tua.
Yakinlah pertolongan Allah itu dekat,,sangat dekat
Yakinlah tidak ada yang mampu meberi kebaikan atau keburukan selain atas ijinNya, itupun juga untuk kebaikan kita.
Yakinlah dengan terus berbaik sangka padaNya...
*nasehat untuk diri saya sendiri yg sedang rapuh
berkali kali lisan ini mampu berucap bahwa Engkau Yang Maha Sempurna, Maha Kuasa, Maha Berkendak, Maha Memberi...namun saat ujian datang ucapan itu serasa hilang dihempas angin..
Malu aku padaMu Ya Rabb karna hati ini ternyata bak sehelai benang, yang rapuh dan mudah patah.
Astaghfirullah al adzim...
Tapi alhamdulillah karna perhatianMu lah jiwa ini mulai tersadar betapa harusnya hati ini harus dan harus yakin se yakin-yakinnya, percaya, hanya bergantung padaMu dan bukan pada makhluk.
Kata ustadz di radio itu benar, menggantungkan harapan pada makhluk walau setitik justru membawa kesedihan pada jiwa karna kami semua tak memiliki daya dan upaya selain atas ijinMu.
Raga ini akan terus berusaha maksimal dan hati semoga slalu mampu bergantung, bersandar, berharap dan berserah hanya padaMu. Yakin dan yakin bahwa apapun yang Engkau berikan pasti baik.
Dari Umar bin Khattab ra berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS 3 : 159)




